Ini Dia Larangan Situs Peer to Peer Lending Menurut OJK

Peer to Peer Lending adalah sistem pinjam meminjam yang berbasis online dimana perusahaan P2P Lending disini hanya sebagai perantara antara pihak pemberi dana dan juga peminjam. Cara kerja P2P Lending cukup sederhana sehingga banyak dipilih menjadi sebuah sumber dana maupun menjadi bentuk investasi bagi orang yang ingin mendapatkan tambahan uang.

 


OJK atau Otoritas Jasa Keuangan biasanya memberikan beberapa persyaratan untuk pendirian perusahaan P2P Lending dan menentukan bagaimana cara kerja perusahaan ini seharusnya. Anda yang ingin meminjam dana maupun memberikan pinjaman dana bisa melihat referensi dari OJK bagaimana sistem P2P Lending yang baik sehingga investasi atau pinjaman Anda aman.

 

Larangan OJK untuk Peer to Peer Lending

 

Dalam membuat sebuah P2P Lending yang baik ada beberapa hal yang ditentukan oleh OJK agar tidak dilakukan oleh penyedia jasa P2P Lending. Berikut adalah beberapa larangannya:

 

  1. Perusahaan penyedia jasa P2P Lending dilarang melakukan atau menjalankan usaha lain selain jasa pinjam dan meminjam uang yang berbasis online. Usaha selain jasa pinjaman uang akan diberikan sanksi oleh OJK.
  2. Dilarang melakukan penawaran-penawaran melalui pesan pribadi seperti sms atau chat tanpa seizin pengguna jasa. Semua komunikasi yang menyangkut tentang P2P Lending ini sebaiknya dilakukan dengan aplikasi yang telah disediakan oleh perusahaan P2P Lending.
  3. Pihak P2P Lending dilarang melakukan kegiatan sebagai pemberi pinjaman maupun penerima pinjaman karena jasa ini hanya diperkenankan untuk orang diluar penyelenggara kegiatan P2P Lending.
  4. Penyelenggara P2P Lending dilarang untuk menjamin dana pemberi pinjaman. Yang dimaksud disini adalah pihak P2P Lending tidak boleh memberikan informasi pada pemberi pinjaman bahwa dana akan dibayarkan tepat waktu atau dana akan terjamin dikembalikan dalam waktu tertentu.
  5. Perusahaan P2P Lending dilarang untuk menerbitkan surat hutang.
  6. Perusahaan P2P Lending dilarang untuk memberikan informasi-informasi palsu ataupun informasi yang menyesatkan penggunanya.
  7. Perusahaan P2P Lending dilarang untuk memungut biaya pada sistem pelayanan pengaduan. Semua informasi yang diberikan pelayanan pengaduan harus informatif dan juga berdasarkan fakta.
  8. Perusahaan P2P Lending dilarang untuk memberikan rekomendasi pada peminjam dana maupun pemberi dana seperti rekomendasi produk terbaik atau pinjaman terbaik.
  9. Perusahaan P2P Lending dilarang mengambil akses terhadap data pribadi pengguna selain camera, microphone dan location. Bila perusahaan tersebut mengambil data pribadi lainnya maka pihak OJK akan mengenakan sanksi tegas hingga pencabutan izin berdiri terhadap perusahaan Peer to Peer terbaik.

 

Bila telah mematuhi semua larangan yang diberikan oleh OJK, Anda tentu bisa mengetahui jika perusahaan P2P Lending yang Anda pilih merupakan perusahaan yang baik. Dengan itu Anda bisa lebih tenang untuk berinvestasi maupun meminjam dana pada perusahaan ini. Jangan lupa untuk mengembalikan dana tepat waktu agar nama Anda pada credit score juga selalu baik.

Post a Comment

0 Comments