Gara-Gara Mitos Cintaku Kandas

GARA-GARA MITOS CINTAKU KANDAS


 Lembayung senja  sebagai lukisan yang indah disaat sore terlihat terang dari jendelaku yang memang mengahadap kebarat,sehinggasaat sore hari sambil duduk dikursi mencar ilmu kubisa memandang dengan puas cahaya sunset yang indah membikin hati berbunga-bunga.Sambil senyum-senyum sendiri sembari menghayal menjadi ritualku ketika sore hari sambil menikmati secangkir susu coklat kesukaanku yang dibuatkan oleh mbok iyem .Maklum saya sebagai lulusan sarjana muda ekonomi yang gres lulus satu bulan yang kemudian dan ketika ini masih jadi pengacara alias pengangguran banyak acara..he..he..he.



“Kila…kila….Kila…” bunyi bundaku dari ruang tengah membuyarkan lamunanku
‘’Yaaa…bunda…?” sahutku dari ruang kamarku sembari keluar dan menghampiri ibu yang berada di ruang tengah yang lagi asyik nontonTv.
“Ada apa bunda manggil-manggil kila sampe kenceng bingitzzz…..”
“Sini kila..temenin bunda sambil tolong dong pijiti kaki bunda kok terasacapek banget”
“Ohhhh…aku kira ada apa…ok bunda..siap laksanakan” Jawabku dengan tegas maklum anak prajurit dan pribadi duduk didepan bundaku sambil memijitkakinya…yang kini kulihat sudah Nampak makin lelah dan terlihat guratan-guratan keriput yang mengambarkan bundaku kini sudah makin tua. Tapi saya sebagai anaknya sangat besar hati dengan sosok bunda kuini alasannya dimasatuanya ia selalu bekerja keras membantu keuangan keluarga dengan membuka jasa menjahit di rumah. Walau sering diingatkan ayah untuk semoga bunda tidak membuka jahitan lagi soal nya kalau kecapean bunda sering sakit-sakitan.

Ayahku yakni seorang pensiunan prajurit yang sudah pensiun semenjak 1 tahun lalu,kini ia membuka perjuangan peternakan angsa Yang hasilnya tidak mengecewakan buat memenuhi kebutuhan keluarga dan buat menyekolahkan adikku yang ketika ini adikku Vika duduk di kelas 2 sma, alasannya sekolahnya di kota maka ia harus kost.

“Tadi Zahra kemari tapi pribadi pulang ia hanya ngembaliin buku,tuh bukunya bunda taruh di atas mesin jahit”
“yaa …bunda tadi ia juga udah sms katanya bukunya udah dititipkan kebunda”

Suara adzan magrib yang berkumandang di masjid sebelah rumah menghentikan aktivitasku memijiti kaki bundaku,kemudian saya dan bunda segera mengambil air wudhu dan menuju masjid untuk shoalat magrib berjamaah,Sedang Ayah sudah di masjid semenjak ashar tadi alasannya sehabis shalat ashar,Ayah mengajari mengaji bawah umur tetangga di masjid. Mengajari mengaji bawah umur menjadi salah satu kesibukan Ayahku sehabis pensiun

Habis shalat mangrib saya bergegas pulang tanpa menungguin bunda,karena tiba-tiba ada yang tidak bias diajak kompromi isi dalam perut kuminta dikeluarin,makanya saya pribadi pulang dan kemudian kekamar mandi. Setelah hampir 15 menitselesai juga ritual dikamar mandi. Tapi ketika melangkah kekamar tengah saya mendengar suara  Ayah dan bunda tertawa di kamar tamu,kok …. Seru banget emang ngobrolin apasih,pikirku. Namun ketika mendekat ikamar tamu langkahku terhenti alasannya ada bunyi asing ditelingaku yang juga ikut-ikutan tertawa bersama ayah dan bunda. Karena ada bunyi asing tadi maka saya mengurungkan niat ku untuk menuju kamar tamu kemudian saya  masuk kekamarku.

Dikamar saya masih memikirkan bunyi asing tadi siapa yaaa…kok saya belum familiar dengan bunyi tadi,sambal nebak-nebak tapi nggak ketebak juga kesannya makin ingin tau saya dibuatnya,sehinggaa kuniatkan untuk mengintip lewat tirai ruang tengah dan ruang tamu. Tetapi ketika keluar kamar saya melihat bundaku sudah diruang tengah sedang nonton tv.

“Bunda kayaknya tadi ada tamu siapa kok…dari suaranya masih asing banget ditelinga kila”
“Ha..ha..ha..ha..penasaran nich cerin tanya”bunda menarik hati diriku
“ah..bunda ini apa-apaan sih nggak lah Cuma kok asing aja suaranya”jawabku sambil agak tersipu malu
“Tuh…Tanya aja ama ayahmu ia yang lebih tahu”jawab bunda sambal menujuk kearah ayahku yang lagi asyik dengan buku bacaanya sambil duduk dikursi malasnya alias kursi goyang.
“Siapa…yah..tamunya tadi….?”.
“oohhh…..itu Yudha ananknya pak ridwan tetangga gres kita,yang rumahnya depan sd yang gres selesa idibangun itu ,emang ada apa kila koknanya-nanyasegala”.
“Nggak ada apa-apa yah…Cuma ingin tau aja kok suaranya belum pernah dengar, tapi kok dekat banget tampaknya dengan ayah dan bunda dari pembicaraan yang kila dengar tadi”
“Emang ia kerja dimana Yah…?” Tanyaku kembali
“Udah besok pagi nanya sendiri aja sekalian kenalan biar lebih jelas” Jawab ayah sambilmenutupbukubacaannyadanmenghampiribunda yang lagiasyiknontontv.
‘Emang besok pagi mau kesini lagi yah dia..siapa tadi mas yudha yaaa…’
‘Yaaa besok pagi ia akan kemari mau ngambil telur angsa pesanan Ayahnya soalnya mau ambil tadi telurnya sudah habis”
”Mbokiyem….makanannya udah siap”Tiba tiba bundaku memanggil mbok iyem
“Udah bu udah siap …”jawab mbok iyem dari ruang makan

Akhirnya kami melangkah keruang makan dan makan bersama .Setelah selesai ritual makan malam saya pribadi kekamar,meneruskan membaca novel baruku yang kubaca tadi siang. Tapi anehnya ketika asyik-asyiknya membaca novel baruku yang berjudul cinta mebelah langit,suara tawa asing tadi tiba-tiba terngiang-ngiang ditelingaku,Yang menciptakan saya menghentikan membaca novel dan jadi senyum –senyum sendiri .
“Kila Nggak ke masjid shalat isya” Tanya Bunda ku dari depan kamarku
“Nggak bunda kila shalat di rumah aja ”Jawabku sambil membuka pintu kamar.
“Yaudah klau gitu Ayah dan Bunda berangkat shalat isya dulu ya… ”
“Ok bunda ”Jawabku sembari kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk ambil air wudhu .
Setelah selesai shalat Isya kulanjutkan kembali membaca Novel yang ceritanya makin seru nich,Novel cinta membelah langit ini menceritakan wacana sepasang muda mudi yang jatuh cinta dan hanya mengharapkan ridla Allah semata ,kisah cinta yang penuh tantangan dan kontradiksi dari pihak keluarga ini makin menciptakan seru dan ingin tau gimana selesai ceritanya.
=======000==========
Di pagi ini perkenalanku dengan mas Yudha terjadi dan singkat kisah benih-benih cinta diantara kami berdua tumbuh dan bersemi indah didalam hati kami berdua.Dan perjalanan cinta kami pun disetujui oleh orang renta kami,Bahkan saya sudah dianggap anak sendiri oleh orang renta mas yudha begitu pula mas yudha juga sudah dianggap anak sendiri oleh orang renta saya. Namun gres 6 bulan perjalanan cinta kami ada hal-hal ganjil dimana ibu mas yudha agak menjauh dari saya kalau saya tiba kerumah mas yudha,tidak lagi menyerupai biasanya yang suka bercanda dan minta dibantuin di dapur. Sayapun tetap berfikir positif mungkin ibunya mas yudha lagi kurang sehat atau mungkin gres ada duduk perkara keluarga. Sayapun nggak lama-lama berada dirumah mas yudha dan segera mohon  pamit dan mas yudha mengantar saya hingga depan pintu rumah.

Tapi perilaku gila ibu mas Yudha tetap mengusik jiwaku yang hening ketika sendirian dirumah.selalu berpikir ada apa gerangan…mau kisah ke mas yudha tapi masih takut kesannya tetap kupendam rasa ini sendirian aja.

Mas Yudha juga masih sering main kerumah terutama habis shalat magrib mas Yudha sering mampir kerumah,sambil nunggu shalat isya kemudian shalat isya berjamaah dimasjid kemudian pulang,maklum alasannya rumahku dekat dengan masjid.

Tapi malam ini Mas Yudha sms minta ketemuan di warung bakso kesukaan saya diseberang pasar,katanya ada hal penting yang mau diomongin,aduh….ada apa yaaa ini bikin jadi deg..degkan aja.
Sampai warung bakso saya belum lihat mas Yudha disana saya pribadi duduk dibangku kosong tak usang kemudian mas yudha tiba .
“Assalamualaikum..Dik Kila udah lama”
“Belum Mas gres aja kok ini gres mau pesan baksonya mas udah datang”
“Ohh…ya udah pesan dulu aja …aku minumnya biasa aja lemon tea aja yaa”
Sambil menunggu pesanan tiba mas Yudha menjelaskan bahwa tadi siang ibunya marah-marah dan meminta kekerabatan cinta kita putus,katanya ibu sanggup klarifikasi dari kayak orang renta di kampung yang jadi dukun bayi,menjelaskan ke ibu mas Yudha katanya kawasan Sebelah Barat jalan Nggak boleh nikah dengan anak sebelah Timur jalan . Yaitu sebuah jalan besar yang membelah desa kami.katanya kalau terjadi maka salah satu orang renta mempelai laki – laki akan meninggal dunia.
“oohhh …pantesan Mas beberapa hari ini ibu mas Yudha agak menjauh dan dingin banget kalau saya tiba kerumah mas nggak menyerupai biasanya” kataku pada mas Yudha sambil menyeruput teh hangat yang kupesan tadi.
“Iya..dek…tapi saya juga sudah jelaskan kalau bapak sih nggak duduk perkara dan mengerti klau itu Cuma mitos doang..tapi ibu sudah saya jelaskan tapi masih belum mengerti juga,Adek yang tabah yaaa saya akan coba menjelaskan ke ibu pelan - pelan” Terang mas Yudha .


======================0000=====================
Tapi tanpa pemberitahuan Keluarga mas Yudha Malam-malam sehabis shalat Isya tiba kerumah sambil membawa oleh-oleh. Saya jadi kaget ada apa ini gerangan…tapi saya lihat ibunya mas Yudha tidak ada yang ada hanya Bapaknya mas yudha,pamannya,tantenya dan kakek mas yudha. Setelah mereka dipersilahkan duduk oleh bapak,maka gres Bapaknya mas Yudha mengutarakan maksud kedatangannya yang mendadak dan tanpa memberitahu terlebih dahulu yaitu akan melamar.
Terang saja bapak dan ibu saya jadi kaget banget.
“Kok sik kila nggak member tahu yaa kok jadi dadakan jadi nggak siap-siap ini” kata bapak ku
“Iya ini tadi emang dadakan pak gres sore tadi habis mangrib si bapak minta saya untuk segera melamar adek kila,jadi ini juga nggak persiapan” jawab mas Yudha dengan tenang.

“Yah..kalau saya sebagai orang renta kila manut saja terserah kila jadi jawabanya ada pada kila,Gima kila sudah siap belum…?” Kata bapak sambil juga bertanya padaku.
“emmm….saya sudah siap pak berumah tangga dengan Mas Yudha” Jawabku dengan yakin.

“Alhamdulillah….” Jawab semua orang yang ada diruangan itu disambut dengan senyum-senyum bahagia.
Akhirnya orang renta kami memilih tanggal ijab kabul kami yang akan dilaksanakan satu bulan lagi dari sekarang. Dan sehabis semuanya telah disepakati keluarga mas Yudha pamit.
Setelah pulang mas yudha dan keluarganya saya pribadi kekamar dan senyum-senyum sendiri ada rasa senang yang tak bias ku gambarkan,karena sehabis hampir kurang dari 1 tahun hubunganku dengan mas Yudha kesannya bias naik kejenjang pernikahan.

Pagi-pagi sekali mas Yudha sudah tiba kerumah katanya mau ngajak cari baju pengantin dan juga cincin kawin serta kalau masih ada waktu pribadi pesan permintaan dipercetakan. Saya pribadi siap-siap dengan saya awali segera mandi dan bla…bla…bla…tahulah wanita….he..he.he. Setelah saya sudah siap kamipun berangkat ditemani oleh adeknya mas Yudha yaitu si Putri kebetulan hari ini libur kuliahnya.
====================00000000000000===============
Tak terasa tinggal 7 hari lagi ijab kabul saya dan mas Yudha akan terlaksana,semua persiapan sudah finish semua alias sudah siap semua.Rasa dag..dig..dug di hati ini selalu menghiasi hari-hariku belakangan ini selalu berpikir hal apa yang masih kurang.Saya cek kembali satu persatu mulai dari permintaan yang sudah tersebar semua dan lain-lain juga sudah siap nggak ada yang kurang.

Saat Kantuk mulai menyerang tiba-tiba semua nada dering sms bunyi…saya cek ternyata dari mas yudha kemudian saya baca isinya…..duer………..bak, Geledeg membelah sunyi dimalam hari tanpa hujan….hanya air mata yang mengucur deras menggantikan air hujan yang turun,Mas Yudha menyampaikan dalam sms klau dirinya memohon maaf yang sebesar-besarnya terpaksa ijab kabul dibatalkan alasannya sesuatu hal yang tidak bias dijelaskan d isms.

Setelah membaca sms itu dan dalam keadaan air mata mengucur deras saya mencari ibuku yang ada dikamar tengah sedang nonton tv,ibu dan bapak kaget dengan keadaanku banjir air mata,dia bertanya ada apa….ada apa …saya hanya bias menunjukkan hp saya dan menunjukan sms mas Yudha. Seketika itu bapak dan ibu jadi stress berat berat… dan bapak marah-marah dan menelpon mas Yudha tapi tampaknya nggak diangkat oleh mas Yudha.

Hancur sudah hatiku remuk redam terasa hidup sudah nggak ada artinya,gelap sudah seluruh relung-relung hidupku tak ada cahaya kehidupan. Mas Yudha juga hingga hari ini belum tiba kerumah untuk menjelaskan semuanya kepada bapak dan ibu,saya telpon tidak diangkat saya sms tidak dibaca.

Tapi saya tetap bersyukur alasannya mempunyai Orang renta yang tabah dan tidak tersulut amarah yang membara,meraka hanya stress berat saja ketika membaca sms itu dan kemudian mereka selalu menunjukkan semangat dan menunjukkan klarifikasi bahwa Mas Yudha bukan jodoh yang baik untuk saya dan kata bapak bahwa jodoh nggak akan tertukar jadi saya tidak boleh sakit hati dan mengikhlaskan semuanya dan sanggup mengambil hikmahnya.
====================0000000000000===================
Tadi ketika ke pasar mengantar ibu saya ketemu mbak wiwin tetangga mas Yudha katanya Mas Yudha udah pergi ke batam dan menjelaskan bahwa mas Yudha sebelumnya dibawa ke seorang berakal di tanah kelahiran ibunya dan kemudian pulang dari sana pribadi pergi ke batam.Katanya tujuannya mas Yudha dibawa ke orang berakal biar bias melupakan saya. Dan Ternyata usut punya usut Ibunya mas Yudha belum mengerti juga dan masih takut dengan mitos yang diceritakan oleh ibu dukun bayi dikampungku,dengan menunjukkan pola yang ada,emang sih sehabis saya cari info ada beberapa orang yang kebetulan menikah dengan anak seberang jalan bapaknya sakit kemudian meninggal tapi juga ada yang sehat-sehat aja hingga sekarang. Tapi mungkin alasannya misalnya kebetulan lebih banyak sehingga mitos itu berpengaruh dikampungku. Tapi mitos itu juga asal usulnya tidak terang ada beberapa versi,tapi ya sudahlah semuanya sudah terjadi kini saya juga sudah lapang dada dan yakin senang niscaya akan tiba menghampiri saya. Saya juga tetap bersyukur mempunyai orang-orang dekat yang menunjukkan semangat dan motivasi sehingga saya merasa tidak sendiri dan yakin jodohku niscaya akan datang. Tawakal dan lapang dada itulah obatnya.
The End



                                   




Post a Comment

0 Comments